Pemula Fedora 7 dan 8

Walaupun seorang asisten profesor memuat Fedora vs Ubuntu, sebagai pengguna pemula GNU/Linux, sebaiknya kita tidak terjebak pada fanatisme salah satu distro, karena kebebasan (yang legal) adalah milik pengguna. Jika harus memilih, sesuaikan dengan fungsi dan kebutuhan.
Beberapa pengguna Fedora Linux (termasuk saya) mungkin masih menyimpan keragu-raguan tentang mitos Fedora Linux. Situasinya saat ini mungkin berbeda seiring dengan perkembangan yang ada.Catatan Pemula Fedora 7 & 8 ini dibuat dengan asumsi pembaca sudah pernah mengenal, menginstalasi maupun menggunakan GNU/Linux. Tulisan ini biasanya saya butuhkan kembali saat rutinitas instalasi.
Beberapa fakta & pengaturan di Linux Fedora 7 yang pernah saya lakukan untuk penggunaan (terutama) desktop di komputer jinjing (notebook) hp Compaq nx61xx (perintah yang tertulis memerlukan akses root di Terminal; risiko tanggung sendiri; mohon koreksi jika ada kesalahan):
  • Instalasi dari DVD majalah Infolinux (selama salah satu redaksinya masih menggunakan Fedora Linux, maka iso Fedora akan selalu disertakan?
  • Dipilih instalasi semua paket (Office & Productivity, Software Development, Web Server dengan alokasi ruang 10GB). Ubuntu membedakan paket CD instalasi desktop & server, walaupun versi desktop-nya dapat dilengkapi kemudian sebagai server
  • SELinux saya disable (gak sanggup dah..)
  • Partisi lain-Windows(ntfs dan fat32) dan Ubuntu Linux (ext3) belum ter-mount otomatis sehingga di-mount manual (nampaknya Fedora 8 mampu menjawabnya):
    mkdir /mnt/data
    mount /dev/sda6 /mnt/data
    dalam hal ini, ’sda6′ (berformat fat32) adalah salah satu partisi hard disk komputer saya dan ‘data’ adalah nama yang saya kehendaki untuk partisi ‘data bersama’ (Windows, Ubuntu, Fedora).
    Saya menginginkan partisi tersebut ter-mount otomatis saat start & memiliki hak akses baca-tulis (read-write) bagi semua pengguna:
    gedit /etc/fstab
    saya tambahkan baris berikut:
    /dev/sda6 /mnt/data vfat rw,defaults,umask=0000 0 0
  • Karena sedang menggunakan akses Internet (dial-up) berbasis volume (3G & CDMA) & ikon update (’updates daemon’ di toolbar) ingin saya hilangkan, paket yum-updatesd (GUI-nya yum) saya hapus:
    rm yum-updatesd
  • Menambah pengguna baru (adduser)
  • Menyesuaikan tema, fungsi serta tampilan Nautilus & Firefox
  • Pengaturan wvdial.conf disalin dari Ubuntu Linux. Dial-up berfungsi, tetapi tetap belum terkoneksi (di Ubuntu Linux lancar-lancar saja). Ternyata berkas resolv.conf harus disunting manual:
    nano /etc/resolv.conf
    saya ketikkan masing-masing kode DNS 1 & 2 (saya pakai starone, IM2):
    nameserver kodeDNS1a
    nameserver kodeDNS2a
    nameserver kodeDNS1b
    nameserver kodeDNS2b
  • Pengelolaan paket (update, instalasi) via Terminal dengan yum lebih ringan dibanding GUI-nya:
    yum check-update
    yum list available (paket yang tersedia)
    yum install namapaket (instalasi paket)
    yum update namapaket (update paket)
    yum search namapaket (mencari nama paket tertentu)
    rpm -Uvh namapaket.rpm (instalasi berkas RPM)
  • Instalasi paket-paket tambahan (termasuk instalasi manual): msttcorefonts (MS tt fonts), flash-plugin, AdobeReader, inkscape, d4x, httrack, opera, audacity, xmms, real player, R, codec multimedia (Fedora 8 menyediakan pilihannya untuk pengguna), wine, conf-editor (membersihkan desktop dari ikon), cups-pdf (print ke pdf), pmount (SD/MMC baru terbaca setelah instalasi paket ini)
Fedora 8 hanya sempat saya coba versi liveCD, tampilan splash nampak lebih artistik dengan warna khas birunya. Partisi lain langsung nampak di desktop (maaf tanpa screenshoot). Upgrade ke Fedora 8?
Untuk bantuan Fedora komunitas lokal silakan mengunjungi:
Terima kasih untuk semua donatur, pengembang, komunitas pengguna maupun pencaci GNU/Linux.
Panduan instalasi Fedora ( 7 & 8 ) dan paket-paketnya:
Iklan